Raungan Rick Hanes yang Mendunia

Raungan Rick Hanes yang Mendunia 
gitar_Utama

Pernah tahu gitar Rick Hanes? Ya, gitar elektrik ini berbeda dengan jenis gitar elektrik lainnya. Gitar Rick Hanes tidak menggunakan efek untuk menghasilkan distorsi nada. Namun, gitar jenis ini sebagai penghasil suara menggunakan gadget, kebetulan adalah gadget keluaran Apple.

Berkat inovasi itulah yang mengantarkan gitar  produksi Tambak Sawah, Waru, Sidoarjo tersebut mendapat tempat terhormat dalam belantika musik dunia. Hal ini terlihat dari prestasi yang di raih gitar Rick Hanes dalam salah satu event tahunan, Rick Hanes meraih 4 gelar dan predikat Guitar of The Year 2012 oleh www.guitar-planet.co.uk. Bukan hanya itu, pada kesempatan tersebut Rick Hanes berhasil menggusur Gibson, Fender, dan Ibanez yang lebih dulu dikenal di dunia.

Di balik kesuksesan Gitar Rick Hanes, adalah lelaki bernama Doddy Hernanto atau akrab dipanggil Mr. D. Dalam menciptakan karyanya ini Mr. D dibantu adik iparnya, Tommy Kaihatu. Dimana usaha yang dijalankannya baru 2 tahun itu bisa bersaing dengan brand ternama yang ada didunia. Mr. D selaku VP Artist Relationship and Business Development, Rick Hanes, menyatakan, gitar yang diproduksi lima seri tersebut fokus mengincar pasar Amerika dan Eropa sehingga penghargaan ini merupakan kebanggaan tim produksi Rick Harnes.

Sebelum menjalankannya, Mr. D dan Tommy melakukan riset selama dua tahun untuk bisa belajar dan menghasilkan gitar dengan kualitas baik. Dia merasa mendapat banyak pelajaran berharga dari studinya itu. Mulai bahan baku sampai pemilihan nama merek, juga proses pembuatannya. Setelah riset dirasa cukup, Mr. D merumuskan kembali konsep gitar idamannya bersama sang adik, Tomy. Dari situ, tercetuslah nama brand produk kebanggaan mereka, yakni Rick Hanes.

gitar_5Pria asal Surabaya ini, selain piawai bermain gitar menggunakan satu jari merupakan pencetus ide, untuk mengintegrasikan iPhone atau iPod Touch ke dalam sebuah gitar. Mr. D sendiri merupakan endorser gitar merk Rick Hanes “Mr. D Series”, yang satu-satunya di dunia mengintegrasikan gadget secara langsung pada bodi gitar. Smartphone ternyata dapat mengganti fungsi part penunjang (seperti efek), dalam menghasilkan bebunyian yang tak mungkin bisa dihasilkan dari gitar konvensional, cara ini hanya bisa dilakukan pada gitar-gitar yang telah di konversikan dengan fungsi aplikasi pada Smartphone. Dia menambahkan, di Indonesia gitar jenis ini dikembangkan melalui tangan Thomas Kaihatu, sudah mulai diproduksi masal dan merupakan salah satu produk dari gitar Rick Hanes.

Sejauh ini, pihak Mr. D masih berusaha untuk terus mengembangkan perusahaan salah satunya memproduksi gitar case, selain itu Mr. D ingin menciptakan gitar dengan menempelkan dua device yaitu ipad dan ipod pada gitar. yang tentunya optimistis mampu menggeser pesaing industri gitar asing yang banyak dipakai masyarakat Indonesia. Mr. D menegaskan, gitar yang diproduksi di kawasan Tambak Sawah Sidoarjo Jatim tersebut adalah murni buatan tangan masyarakat lokal di Indonesia khususnya Jatim. Ia berharap agar semakin banyak karya-karya anak bangsa yang kreatif bisa di kenal dunia.

Untuk menjaga kualitas, kata Doddy pabrik gitar biasanya menerapkan tiga hal penting dalam produknya. Yakni, play ability, sound character, dan estetika. Namun, baginya, itu belum cukup. Karena pihaknya juga menambahkan dua unsur yang tidak kalah penting. Yaitu, durability dan strength.

Begitu juga dalam teknologi, mereka ingin menjadi pionir sebagai produsen gitar canggih. Karena itu, Doddy selalu memberikan space dalam produknya untuk dihubungkan dengan teknologi terkini. Yang terbaru, mereka bekerja sama dengan Seymour Duncan, perusahaan pembuat teknologi gitar dan efek ternama asal AS.

Teknologi itu sudah dirasakan banyak gitaris andal Indonesia. Di antaranya, dewa gitar Indonesia I Wayan Balawan, Taras Bistara (gitaris TRIAD), Aji Broken Bone, Donny Suhendra, dan Irul Five Minutes. “Yang cukup membanggakan, pabrik kami sempat dikunjungi dan dipuji Buddy Blaze, perancang gitar Jimmy Page dari Led Zeppelin. Karena itu, saya berharap kita mau mencintai produk negeri sendiri. Sebab, belum tentu produk dari negara maju lebih hebat dibanding karya anak bangsa,” paparnya.

naskah/foto : ogie satrya w

 SUMBER